Tidak terasa tahun 2015 telah lewat dan sudah memasuki bulan ke-2 dari tahun 2016, dan ini menandakan PILGUB DKI Jakarta juga sudah semakin dekat, meskipun masih setahunan tapi nampaknya gelora untuk Pilkada DKI Jakarta sangat meningkat beberapa minggu terakhir ini. Mungkin karena Jakarta adalah Ibu Kota Negara, tapi bisa juga karena ada sosok fenomenal Pak Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta, Pak Ahok yang berencana ikut mencalonkan diri lewat jalur independen dengan pengumpulan KTP warga DKI yang sudah dilakukan relawan TEMAN AHOK. ini menjadi sesuatu yang berbeda daripada yang lain. Banyak yang mendukung tapi tidak bisa dipungkiri ada juga yang menolak dengan berbagai alasan yang sedikit jelas dan banyak tidak jelasnya. Banyak yang merasakan perubahan yang terjadi di Jakarta semenjak Pak Ahok menjadi wakil yang kemudian naik menjadi Gubernur, tapi ada juga yang pura-pura menutup matanya sehingga tidak merasakan perubahan.
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Februari 2016
Mewaspadai Pilgub 2017 Dalam Pencalonan Pak Ahok
Rabu, 27 Januari 2016
Inspiratif Di Balik Sosok Pak Ahok: Papa Mama Ahok dan Sekaleng Beras
Pada tahun 1967, tahun dimana Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi politik yang sangat berat, saat itu terjadi sanering mata uang Indonesia dari Rp. 1.000,- dipotong menjadi Rp.1,- Bahan pangan, terutama beras langka diseluruh pelosok tanah air. Indonesia mengalami kebangkrutan dan rakyat kelaparan di mana-mana. Di tengah sulitnya keadaan Indonesia pada saat itu, tepat pertengahan tahun 1967 ada sebuah kisah inspiratif terkait dengan orang tua dari Gubernur DKI Jakarta saat ini.
Selasa, 26 Januari 2016
Mengislamkan Pak Ahok
![]() |
| Sumber : Ahok.org |
Siapa yang tidak kenal Pak Ahok, sosok yang Berani, Transparan & Tegas, Profesional dalam memimpin Jakarta saat ini, sosok yang fenomenal seolah-olah memberi jawaban & harapan bagi rakyat-rakyat yang miskin. Namun, karena beragama Kristen, Ia pun sering mendapat penolakan walaupun sebagian rakyat Jakarta masih tetap mendukungnya, di sisi lain, ditengah-tengah penolakan Ia tetap melakukan hal yang jarang sekali dilakukan oleh pejabat lainnya. Membangun mesjid, mengumrohkan rakyat-rakyat kecil yang ditemuinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

