Jumat, 05 Februari 2016

Si Unik Jokowi - Ahli Strategi

Sumber : beritateratas.com
Setelah membahas 4 dari 5 keunikan yang ada pada artikel Si Unik Jokowi, dan artikel ini akan membahas keunikan yang ke 5 atau yang terakhir dari keunikan yang ada dalam artikel Si Unik Jokowi, yaitu Ahli Strategi. Yang akan menjelaskan bagaimana strategi Presiden dalam menjalankan pemerintahan yang sudah sembrawut dan penuh dengan kepentingan pribadi di segala sendi-sendi pemerintahan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun (sebelum Presiden Jokowi menjabat).

Mafia, Pemburu Rente, dan Korupsi, bisa dikatakan hal yang  tidak bisa diabaikan di Indonesia, terutama dalam pemerintahan Presiden Jokowi, karena pada pemerintahan kali ini sepertinya pada pembuat masalah seperti mafia dan kelompoknya sepertinya sedang dipersempit langkahnya, sehingga seperti sarang macan yang diganggu, sang macan juga tidak akan tinggal diam, demikian juga para mafia dan kelompoknya, pasti akan menyusun strategi untuk menyerang pemerintahan Presiden Jokowi.
Tentu saja buat Presiden kalau ingin gampangnya saja, Presiden tinggal ikutin arus saja dengan mengikuti apa yang diinginkan mafia dan kelompoknya, Presiden hanya cukup membuat kebijakan yang bersifat "sementara" dan "instant" untuk menghibur rakyat yang sudah lama terlena dengan hal-hal  bersifat "sementara" dan "instant" itu, yang membuat mata hatinya pun tertutup untuk melihat berbagai masalah yang diakibatkan oleh para mafia dan kelompoknya ini yang sebenarnya sangat besar dan sedang mengerogoti negara ini dengan bebasnya selama ini.
Namun itu tidak terjadi pada Presiden Jokowi, Beliau ingin MELAWAN ARUS!, beliau rela mempertaruhkan popularitas beliau sebagai presiden, dicap presiden gagal, dan berhadapan dengan macan-macan yang terbangun dari sarang setelah tertidur terlena sangkin nyamannya yang selama ini  didiemin tanpa ada yang berani mengganggunya, beliau ingin menjadi PAWANG MACAN untuk menjinakkan macan-macan ini. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi yang kuat untuk menjinakkan para macan-macan ini, berikut uraiannya :
Strategi Black and White. Seperti yang bisa dilihat bahwa Presiden dan Wakil Presiden sepertinya sering berseberangan, mereka sering terlihat mengeluarkan statement yang berbeda, sehingga banyak yang mengira mereka tidak sejalan bahkan Wakil Presiden pernah mengatakan bahwa negara akan hancur kalau dipegang oleh Presiden Jokowi, tapi rupanya semua ini merupakan strategi Presiden dan Wakil  Presiden,
Dengan memposisikan Presiden tetap berada di jalur putih(White) dan menempatkan Wakil Presiden di jalur hitam(Black) yang selalu membuat pernyataan-pernyataan kontroversial yang membuat Wakil Presiden dianggap berseberangan dengan Presiden, karena dengan senioritas seorang Pak JK yang sudah malang melintang di dunia politik nasional, beliau paham kerakter lawannya, sedangkan Presiden Jokowi yang baru di pentas nasional yang banyak predatornya yang sangat berbeda dengan Solo dan Jakarta.
Mereka pun menjalankan fungsi mereka masing masing, Presiden sebagai pembuat kebijakan sedangkan Pak JK sebagai penyapu ranjau yang berada digaris depan untuk mengamankan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, dengan menyingkirkan ranjau-ranjau yang ditanam oleh lawan politiknya, dengan seolah-olah berpihak kepada lawan politik Presiden, sehingga mudah untuk mendekati mereka dan memporak poranda mereka, membuat mereka sibuk dengan masalah internal mereka sehingga mereka tidak bisa lagi mengganggu kebijakan pemerintah.  hasilnya kita bisa lihat sendiri, kebijakan pemerintah bisa dijalankan sesuai rencana sedangkan KMP bisa dikatakan bubar. Strategi ini ternyata ampuh dan membuat para anggota KMP satu persatu balik arah dan ingin mendukung pemerintah, Bahkan ada yang harus menelan ludah sendiri akibat selalu menfitnah harus kebinggungan mau kearah mana… ibarat kata… maju kena getah dan menelan ludah.. mundur kena lintah yang hanya akan membuat darahnya habis terhisap tanpa bisa menghisapnya kembali
Strategi Koppig, setelah KMP hampir bubar tentu ini tidak cukup untuk menjaga kebijakan yang sudah disiapkan, karena ada mafia yang masih berkeliaran di luar sana yang selama ini tidak terlihat, oleh sebab itu dengan strategi untuk menekan import tentu membuat gerah para mafia karena sudah sulit untuk bermain, nah ini membuat para mafia dengan berbagai cara tentu ingin membuat rakyat mencap pemerintah tidak pro rakyat, salah satu caranya dengan memainkan harga pasar untuk barang-barang kebutuhan pokok.  namun dengan sifat koppignya seorang Presiden sehingga pertempuran dengan mafia masih terus berlanjut
Para Mafia sadar bahwa mereka tidak bisa menyerang presiden langsung karena koppignya Jokowi itu nyeselin, oleh sebab itu para mafia pun menyerang para menterinya, seperti Rini Sumarno, Sudirman Said, Luhut Panjaitan dan yang saat ini sedang diserang Amran Sulaiman.
Contoh lainnya: Dalam kasus Freeport, strategi yang dilontarkan oleh para pemain dalam kasus #papamintasaham karena tidak bisa menyerang individualnya Presiden Jokowi, hingga harus terus mencari jalan berputar dengan mencoba melibatkan serta dengan mengadu domba Luhut orang kepercayaannya Presiden, JK Wakilnya Presiden, Sudirman Said Menteri ESDM dan lain lain. namun strategi mereka kalah oleh strategi melingkar-lingkar yang sulit ditebak oleh pemain dalam kasus ini, hasilnya kita bisa lihat sendiri Ketua DPR harus mundur dari jabatan akibat strateginya seorang Presiden dan membuat mafia besar yang selama ini bersembunyi dan tidak bisa disentuh harus melarikan diri keluar negri.
Strategi Dalam Kapal. Satu hal yang sebenarnya membinggungkan kenapa PM itu masih dibiarkan di dalam kabinet kerja? padahal hasil kerjanya tau sendiri, tidak ada, tapi kalau melihat posisi Presiden, mau tidak mau beliau juga juga mempertahankan posisinya di PDIP, supaya partai ini tidak balik melawan kebijakan beliau, salah satu strateginya ya tetap mempertahankan menteri PM(anak dari ketua umum PDIP) di kabinet kerjanya, dan strategi ini jelas berfungsi dengan baik, lihat saja di balik koppignya seorang Jokowi dan berani melawan ketua umumnya, Bu Mega masih mendukung Presiden Jokowi hingga saat ini. Ibarat naik kapal, saat sekapal dengan anak nakhoda walaupun anaknya bandel, kita tetap harus baik-baikin agar tidak dibuang  kelaut,
Strategi Pemersatu Bangsa. Kalau dilihat pembangunan Indonesia saat ini, tidak seperti pemerintah-pemerintah sebelumnya, pada pembangungan pemerintah kali ini, lebih terfokus kepada daerah luar Jawa terutama daerah pinggiran dan perbatasan, pemerataan pembangunan ini tentu memiliki sisi baiknya, yaitu sebagai pemersatu NKRI, kita lihat saja sudah berapa banyak daerah yang mencoba ingin berdiri sendiri akibat sering di anak tirikan oleh pemerintah, ini bisa diakibatkan karena kesenjangan pembangunan yang selama ini dibiarkan, daerah pinggiran dan perbatasan seolah-olah diabaikan dan hanya dibangun ada kadarnya saja. Jadi, sebenarnya pembangunan saat ini yang menghabiskan banyak anggaran selain untuk menekan biaya logistik barang-barang kebutuhan pokok, tujuan lainnya supaya Indonesia tetap bisa tetap solid dan bersatu. Namun ini tentu membutuhkan waktu yang lama, mengingat kesenjangan sudah sangat jauh.
Membangun Indonesia yang bersih dan maju, tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, banyak mafia bersarang, rakyat yang sudah dimanjakan dengan kebijakan sementara dan instant, tentu membuat Presiden harus bekerja lebih keras dari Presiden sebelumnya kalau ingin MELAWAN ARUS, dan ini membutuhkan dukungan dari rakyat, sekali lagi dengan memberikan kritikan yang bijak , sehat dan membangun, dan bukan dengan menghina yang jelas berbedan dengan kritikan.
Selamat pagi Pak Presiden, Secangkir Teh Hangat untuk Pak Presiden, semangat berjuang dan tetap semangat!!!
Syalom...

Related Post / Klik Gambar Di Atas "Artikel-Artikel" :